Aceh Tengah – zkanews.com – Warga Kampung Kelupak Mata kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah, terpaksa mengonsumsi ubi kayu sebagai makanan utama untuk bertahan hidup pascabencana longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Salah seorang warga berinisial A mengungkapkan, keterbatasan bahan pangan membuat keluarganya tidak memiliki pilihan lain selain mengonsumsi ubi kayu yang direbus. Bantuan beras yang diterima sejauh ini hanya satu kilogram dan tidak mencukupi kebutuhan keluarga.
“Kemarin ada dapat bantuan satu kilogram beras, tapi itu tidak cukup. Untuk bertahan, kami makan ubi kayu yang direbus,” ujar A, Minggu (21/12/2025).
Di tengah kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, A juga harus menanggung duka mendalam. Ia menyebutkan, rumah keluarganya hancur tertimbun tanah longsor, dan peristiwa tersebut merenggut nyawa orang tua serta keponakannya.
“Orang tua dan keponakan saya meninggal dunia tertimbun tanah longsor. Kejadiannya hari Rabu, 26 November 2025,” katanya.
Menurut warga, selain rumah rusak berat, akses jalan yang terganggu akibat bencana memperlambat distribusi bantuan dan membuat persediaan sembako semakin menipis.
Kondisi ini memaksa banyak keluarga bertahan dengan bahan pangan seadanya yang tersedia di sekitar permukiman.
Warga Kampung Kelupak Mata berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera meningkatkan penyaluran bantuan pangan dan memberikan perhatian serius kepada keluarga korban bencana yang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga.
Hingga Minggu (21/12/2025), warga masih bertahan dalam kondisi darurat, sambil menunggu bantuan lanjutan dan penanganan pascabencana yang lebih optimal.












