Antrean Sejak Subuh, Ribuan Warga Kebayakan Kecewa Tak Kebagian LPG 3 Kg di Masjid Al Abrar

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 05:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon – Antrean panjang warga terjadi sejak subuh di Jalan Abdul Wahab, tepatnya di lokasi pembagian LPG 3 kilogram di Masjid Al Abrar, Desa Gunung Balohen, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (23/12/2025).

‎Namun keterbatasan jumlah gas yang disalurkan membuat ribuan warga pulang dengan tangan kosong.Pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan sejak pukul 05.00 WIB demi mendapatkan LPG bersubsidi yang dijual dengan harga Rp23.000 per tabung.

‎Pembagian gas dilakukan mulai pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.40 WIB, dengan pengamanan dan pengaturan antrean oleh pihak Kepolisian, TNI, serta Dinas Perdagangan Aceh Tengah.

Di titik distribusi Masjid Al Abrar, jumlah LPG 3 kilogram yang dibagikan hanya 560 tabung, sementara jumlah warga yang mengantre diperkirakan mencapai hampir 3.000 orang dari berbagai desa di Kecamatan Kebayakan. Kondisi tersebut memicu kekecewaan dan keluhan warga.

Salah seorang warga, Tawaruddin (51), mengaku telah mengantre sejak pagi namun tidak mendapatkan jatah gas.

‎“Kami juga sudah lama mengantre, tapi tidak kebagian gas. Kami meminta kepada pemerintah daerah agar untuk tahap selanjutnya, pembagian LPG ini dilakukan di desa masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga:  Polres Aceh Tengah Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Kekerasan Seksual, Empat Anak Jadi Korban

Menurut Tawaruddin, distribusi terpusat berpotensi tidak tepat sasaran dan rawan dimanfaatkan oleh warga yang mendapatkan lebih dari satu tabung.

‎“Kalau dibagi di desa, pemerintah desa pasti lebih tahu data warganya.
‎Bisa dicek siapa yang sudah dapat dan siapa yang belum, supaya tidak ada yang dapat lebih dari satu tabung,” katanya.
‎Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan.

Berdasarkan pantauan warga, meskipun pembelian mewajibkan membawa Kartu Keluarga (KK), praktik di lapangan dinilai tidak efektif.

“Walaupun bawa KK, tetap saja suami, istri, bahkan anak ikut antre bawa tabung masing-masing lewat jalur berbeda. Ini yang bikin warga lain yang sama sekali belum dapat jadi kecewa,” keluhnya.

‎Warga khawatir jika skema pembagian yang sama kembali diterapkan pada tahap distribusi berikutnya, maka ketimpangan akan terus terjadi dan masyarakat yang belum tersentuh bantuan LPG tetap tidak kebagian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terkait evaluasi mekanisme distribusi LPG 3 kilogram agar lebih adil dan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel zkanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Rumah Tani Nusantara Aceh Tengah Santuni Seratusan Anak Yatim dan Fakir Miskin, Serta Buka Puasa Bersama
Danki Kompi 3 Batalyon D Pelopor Brimob Polda Aceh Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026
Brimob Polda Aceh Batalyon D Sigap Bersihkan Danau Lut Tawar Pasca Longsor di Aceh Tengah
“Program Makan Siang Gratis di Bulan Puasa: HMI Takengon Sebut Pemerintah ‘Saingi’ Warung Nasi Ilegal”
‎Warga dan Aktivis Soroti Lambannya Rehabilitasi Pascabencana di Aceh, Pemerintah Diminta Transparan dan Tegas
‎44 KK Korban Bencana di Mendale Pertanyakan Huntara, DTH dan Jadup
‎Pengiriman Kerbau dari Aceh ke Sulawesi Selatan Kembali Ditolak, Pedagang Keluhkan Kebijakan Sejak 2022
BNPB Tancap Gas! Sisa 32 Huntara Korban Banjir Aceh Timur Ditarget Selesai 10 Hari
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:11 WIB

PT Rumah Tani Nusantara Aceh Tengah Santuni Seratusan Anak Yatim dan Fakir Miskin, Serta Buka Puasa Bersama

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:55 WIB

Danki Kompi 3 Batalyon D Pelopor Brimob Polda Aceh Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 04:32 WIB

Brimob Polda Aceh Batalyon D Sigap Bersihkan Danau Lut Tawar Pasca Longsor di Aceh Tengah

Senin, 23 Februari 2026 - 06:31 WIB

“Program Makan Siang Gratis di Bulan Puasa: HMI Takengon Sebut Pemerintah ‘Saingi’ Warung Nasi Ilegal”

Senin, 23 Februari 2026 - 06:13 WIB

‎Warga dan Aktivis Soroti Lambannya Rehabilitasi Pascabencana di Aceh, Pemerintah Diminta Transparan dan Tegas

Berita Terbaru