Takengon – Antrean panjang warga terjadi sejak subuh di Jalan Abdul Wahab, tepatnya di lokasi pembagian LPG 3 kilogram di Masjid Al Abrar, Desa Gunung Balohen, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (23/12/2025).
Namun keterbatasan jumlah gas yang disalurkan membuat ribuan warga pulang dengan tangan kosong.Pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan sejak pukul 05.00 WIB demi mendapatkan LPG bersubsidi yang dijual dengan harga Rp23.000 per tabung.
Pembagian gas dilakukan mulai pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.40 WIB, dengan pengamanan dan pengaturan antrean oleh pihak Kepolisian, TNI, serta Dinas Perdagangan Aceh Tengah.
Di titik distribusi Masjid Al Abrar, jumlah LPG 3 kilogram yang dibagikan hanya 560 tabung, sementara jumlah warga yang mengantre diperkirakan mencapai hampir 3.000 orang dari berbagai desa di Kecamatan Kebayakan. Kondisi tersebut memicu kekecewaan dan keluhan warga.
Salah seorang warga, Tawaruddin (51), mengaku telah mengantre sejak pagi namun tidak mendapatkan jatah gas.
“Kami juga sudah lama mengantre, tapi tidak kebagian gas. Kami meminta kepada pemerintah daerah agar untuk tahap selanjutnya, pembagian LPG ini dilakukan di desa masing-masing,” ujarnya.
Menurut Tawaruddin, distribusi terpusat berpotensi tidak tepat sasaran dan rawan dimanfaatkan oleh warga yang mendapatkan lebih dari satu tabung.
“Kalau dibagi di desa, pemerintah desa pasti lebih tahu data warganya.
Bisa dicek siapa yang sudah dapat dan siapa yang belum, supaya tidak ada yang dapat lebih dari satu tabung,” katanya.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan.
Berdasarkan pantauan warga, meskipun pembelian mewajibkan membawa Kartu Keluarga (KK), praktik di lapangan dinilai tidak efektif.
“Walaupun bawa KK, tetap saja suami, istri, bahkan anak ikut antre bawa tabung masing-masing lewat jalur berbeda. Ini yang bikin warga lain yang sama sekali belum dapat jadi kecewa,” keluhnya.
Warga khawatir jika skema pembagian yang sama kembali diterapkan pada tahap distribusi berikutnya, maka ketimpangan akan terus terjadi dan masyarakat yang belum tersentuh bantuan LPG tetap tidak kebagian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terkait evaluasi mekanisme distribusi LPG 3 kilogram agar lebih adil dan tepat sasaran.












