‎Nakes RSUD Datu Beru Takengon Mogok Kerja, Protes Pembagian Jasa Medis

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon — zkanews.com |Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, melakukan mogok kerja pada Sabtu, 24 Januari 2026. Aksi tersebut dipicu keluhan terkait pembagian jasa medis yang dinilai tidak adil dan tidak mencerminkan beban serta tanggung jawab pekerjaan.

Salah seorang tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, mogok kerja dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sistem pembayaran jasa medis yang dinilai merugikan nakes.

“Kami mogok kerja hari ini karena jasa medis yang akan dibayarkan tidak sesuai,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menilai, sistem pembagian jasa medis yang diterapkan oleh manajemen RSUD Datu Beru tidak manusiawi dan menimbulkan kesenjangan yang cukup mendasar di internal rumah sakit.

‎Menurutnya, besaran jasa medis yang diterima tenaga kesehatan tidak sebanding dengan tanggung jawab serta jam kerja yang dijalani.

“Pembagian jasa medis tidak mengacu pada tanggung jawab pekerjaan. Kami memberikan pelayanan 24 jam kepada pasien, tetapi jasa medis yang kami terima justru lebih kecil dibandingkan pegawai yang bekerja di kantor,” katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD Datu Beru Takengon, dr. Indra, mengaku pihak manajemen belum menerima informasi yang akurat terkait aksi mogok kerja tersebut.

“Kami belum bisa memastikan terkait aksi mogok kerja yang dilakukan. Namun, pelayanan kepada pasien yang dirawat di RSUD Datu Beru tetap berjalan seperti biasa,” jelas Indra.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak manajemen akan segera memanggil perwakilan tenaga kesehatan untuk membahas persoalan pembagian jasa medis dan mencari solusi terbaik.

“Memang sebelumnya ada persoalan terkait jasa medis. Kami akan memanggil perwakilan tenaga kesehatan untuk membicarakan tuntutan mereka dan mencari jalan keluar terbaik,” pungkasnya.

Baca Juga:  Rumah Biru” Medco E&P Malaka Jadi Agen Perubahan di Aceh Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel zkanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Rumah Tani Nusantara Aceh Tengah Santuni Seratusan Anak Yatim dan Fakir Miskin, Serta Buka Puasa Bersama
Danki Kompi 3 Batalyon D Pelopor Brimob Polda Aceh Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026
Brimob Polda Aceh Batalyon D Sigap Bersihkan Danau Lut Tawar Pasca Longsor di Aceh Tengah
“Program Makan Siang Gratis di Bulan Puasa: HMI Takengon Sebut Pemerintah ‘Saingi’ Warung Nasi Ilegal”
‎Warga dan Aktivis Soroti Lambannya Rehabilitasi Pascabencana di Aceh, Pemerintah Diminta Transparan dan Tegas
‎44 KK Korban Bencana di Mendale Pertanyakan Huntara, DTH dan Jadup
‎Pengiriman Kerbau dari Aceh ke Sulawesi Selatan Kembali Ditolak, Pedagang Keluhkan Kebijakan Sejak 2022
BNPB Tancap Gas! Sisa 32 Huntara Korban Banjir Aceh Timur Ditarget Selesai 10 Hari
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:11 WIB

PT Rumah Tani Nusantara Aceh Tengah Santuni Seratusan Anak Yatim dan Fakir Miskin, Serta Buka Puasa Bersama

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:55 WIB

Danki Kompi 3 Batalyon D Pelopor Brimob Polda Aceh Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 04:32 WIB

Brimob Polda Aceh Batalyon D Sigap Bersihkan Danau Lut Tawar Pasca Longsor di Aceh Tengah

Senin, 23 Februari 2026 - 06:31 WIB

“Program Makan Siang Gratis di Bulan Puasa: HMI Takengon Sebut Pemerintah ‘Saingi’ Warung Nasi Ilegal”

Senin, 23 Februari 2026 - 06:13 WIB

‎Warga dan Aktivis Soroti Lambannya Rehabilitasi Pascabencana di Aceh, Pemerintah Diminta Transparan dan Tegas

Berita Terbaru