Dugaan Pungli HUT RI ke-81 di Aceh Tengah, Reje Kampung dan Kepala Sekolah Keluhkan Iuran Acara

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon – Pelaksanaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di tingkat kecamatan Kute Panang Kabupaten Aceh Tengah menuai polemik. Sejumlah Kepala Desa atau Reje Kampung bersama para Kepala Sekolah mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) berkedok sumbangan sukarela untuk pendanaan acara tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap desa atau kampung diminta untuk menyetor uang sebesar Rp 1.000.000. (Satu juta rupiah), Tidak hanya menyasar pemerintahan desa, penarikan iuran dengan dalih untuk menyukseskan hari kemerdekaan ini kabarnya juga dibebankan kepada pihak sekolah dengan penyetoran iuran berpariasi melalui kepala sekolah di wilayah kecamatan tersebut.

Kekecewaan para aparatur desa dan tenaga pendidik memuncak lantaran besaran anggaran yang berhasil dikumpulkan dinilai tidak sebanding dengan realisasi kegiatan di lapangan. Acara yang terselenggara justru dinilai sangat sederhana, minim hiburan, dan sama sekali tidak mencerminkan kemeriahan pesta rakyat tahunan.

Baca Juga:  Kalau Tidak Becus Jadi Ketua Mundur,DPC APDESI Jangan Bungkam Masalah Siltap (Tulah) Tidak Cair

Menurut keterangan salah satu Reje Kampung yang enggan disebutkan namanya, penarikan dana tersebut dikoordinir oleh panitia tingkat kecamatan. Namun, hingga saat ini transparansi dan rincian alokasi penggunaan dana yang terkumpul dipertanyakan.

“Kami diminta menyetor dengan dalih sumbangan sukarela, tetapi nominalnya dipatok. Anggaran yang terkumpul dari seluruh desa dan sekolah itu besar, di tambah lagi anggaran 17 agustus yang ada di kecamatan tapi acaranya sangat minim. Kami mempertanyakan ke mana aliran dana tersebut karena tidak ada keterbukaan dari panitia,” ujarnya.

Masyarakat dan pihak terkait berharap instansi berwenang, termasuk inspektorat dan aparat penegak hukum, segera turun tangan untuk mengaudit penggunaan dana perayaan HUT RI di tingkat kecamatan ini demi menghindari penyalahgunaan anggaran dan praktik pungli yang merugikan publik. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel zkanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh
Medco E&P dan BPMA Kembali Salurkan Beasiswa bagi 431 Pelajar Berprestasi di Aceh Timur
Kodim Aceh Tengah Percepat Pembangunan Jembatan Garuda
‎Babinsa Koramil 01/Lut Tawar Laksanakan Karya Bakti Bersama Warga di Desa Bale Bujang
‎Babinsa Koramil 05/Linge Dampingi Warga Panen Padi di Desa Gelampang Gading
‎Babinsa Koramil 05/Linge Pererat Silaturahmi Melalui Komsos Bersama Warga Desa Despot
‎Babinsa Koramil 05/Linge Laksanakan Komsos dengan Pedagang di Pasar Tradisional Isaq
‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Ajak Pemuda Jauhi Miras dan Narkoba Melalui Komsos di Desa Binaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Dugaan Pungli HUT RI ke-81 di Aceh Tengah, Reje Kampung dan Kepala Sekolah Keluhkan Iuran Acara

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:35 WIB

Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:57 WIB

Medco E&P dan BPMA Kembali Salurkan Beasiswa bagi 431 Pelajar Berprestasi di Aceh Timur

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:41 WIB

Kodim Aceh Tengah Percepat Pembangunan Jembatan Garuda

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:21 WIB

‎Babinsa Koramil 01/Lut Tawar Laksanakan Karya Bakti Bersama Warga di Desa Bale Bujang

Berita Terbaru

ACEH

Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:35 WIB

Aceh Tengah

Kodim Aceh Tengah Percepat Pembangunan Jembatan Garuda

Kamis, 2 Jul 2026 - 12:41 WIB